SELAMAT DATANG CALON MAHASISWA Print
Sunday, 17 September 2017 22:46

SELAMAT DATANG
CALON MAHASISWA: APA YANG HARUS KAMU PELAJARI?

Oleh: Dr. H. Sugeng Listiyo Prabowo, M. Pd.

Minggu-minggu ini hampir seluruh kampus-kampus yang ada di Indonesia mulai kedatangan mahasiswa baru yang mulai masuk ke kampus untuk mengikuti berbagai kegiatan orientasi awal dan pengenalan berbagai hal tentang proses belajar di kampus. Berbagai kegiatan juga diadakan oleh kampus dengan kreatifitas masing-masing. Namun demikian, semua kampus sepakat bahwa masa orientasi harus dilakukan dengan cara yang mendidik, sehingga kemudian mampu memberikan kesan dan dampak yang baik kepada mahasiswa baru.

Orang tua dengan penuh harap mengantarkan putra dan putrinya pergi ke kampus baru. Banyak sekali dari orang tua yang datang dari tempat yang jauh dengan perjalanan puluhan jam, dengan harapan untuk dapat melihat kampus tempat belajar anaknya. Tentu saja sebelumnya orang tua juga ikut memilihkan anaknya untuk jurusan dan Perguruan Tinggi (PT) yang dipilihnya sebagai tempat belajarnya, dengan harapan kelak anaknya memiliki masa depan yang baik. Menjadi anak yang mandiri dan mampu berperan baik dalam kehidupan di masyarakat.

Mahasiswa baru tentu mulai mengalami berbagai proses perubahan, tidak hanya mereka akan hidup beberapa tahun di kota tempat kampus barunya berada, tetapi juga pada beberapa mahasiswa baru mulai belajar hidup berpisah dengan orang tua. Oleh karena mulai hidup berpisah dengan orang tua, maka pada beberapa hal, mahasiswa mulai mengatur dirinya sendiri. Memisahkan anak dari tinggal bersama orang tua, dalam banyak konsep pendidikan orang tua adalah untuk membelajarkan anak pada kemandirian.

Memang ciri utama yang menjadi pembeda antara pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi adalah karakteristik peserta didiknya. Jika pendidikan dasar dan menengah peserta didiknya adalah anak-anak dan remaja, pada pendidikan tinggi peserta didiknya dianggap sebagai orang dewasa. Dianggap sebagai orang dewasa, karena salah satu tugas PT adalah juga mentransformasikan ciri-ciri anak-anak menjadi ciri-ciri orang dewasa. Itulah sebabnya kemudian lingkungan, cara belajar, dan berbagai pelayanan di PT dirancang dan dibuat dengan mendasarkan pada pokok pikiran untuk berinteraksi dengan orang dewasa.

Salah satu hal penting dari ciri orang dewasa adalah kemampuannya menjadi mandiri. Pelajaran menjadi mandiri biasanya ditandai dengan pemberian kepercayaan yang lebih besar kepada orang yang akan diajarkan kemandirian, namun sebelum diberi kapercayaan yang lebih besar, maka orang yang akan diberikan kemandirian tersebut harus diajarkan beberapa hal penting dalam kehidupan orang dewasa. Pelajaran-pelajaran tersebut meliputi; 1) Kesadaran mengenai hal-hal yang penting dalam hidupnya, 2) Kemampuan untuk menggerakkan diri sendiri dalam menyelesaikan hal yang penting lebih dulu dibandingkan dengan hal-hal lainnya, 3) Kemampuan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, dan 4) kemampuan untuk hidup bersama orang lain dengan membahagiakan.

Kemampuan pertama yaitu kemampuan untuk memiliki kesadaran mengenai hal-hal yang penting. Kemampuan ini merupakan kemampuan untuk mengetahui tentang apa hal yang penting, kurang penting, dan tidak penting dalam hidupnya. Masing-masing orang memiliki hal penting yang berbeda-beda, sehingga setiap orang harus mengetahui apa yang penting bagi dirinya. Kesalahan melihat tentang hal yang penting ini akan berdampak pada kemampuan orang tersebut pada saat dewasa nantinya, dan kesalahan tersebut jika terlambat menyadari akan menjadi sulit untuk diperbaiki, karena usia seseorang tidak bisa kembali mundur lagi. Itulah sebabnya sejak masih awal menuju kedewasaan ini, seseorang harus sudah memulai mengerjakan hal-hal yang penting dalam kehidupannya.

Kemampuan melihat hal-hal penting ini pada masa-masa awal tentu masih harus memerlukan banyak bimbingan. Anak-anak yang menuju dewasa biasanya juga merasa sudah memahami akan apa yang penting dan kurang penting dalam kehidupannya tersebut, tetapi tetap harus didampingi oleh orang dewasa yang sudah sukses atau berpengalaman. Orang dewasa tersebut bisa orang tua, Kyai, Guru, Dosen, atau tokoh masyarakat.

Kemampuan ini dalam kehidupan setiap orang merupakan kemampuan yang terdiri dari berbagai kemampuan-kemampuan dasar yang harus dikuasai lebih dahulu. Kemampuan dasar yang terpenting adalah kemampuan untuk memahami arah hidupnya dan apa yang diiginkan dalam kehidupan nantinya. Kemampuan ini dapat tercapai jika orang tersebut mampu mengetahui kemampuan dirinya, mengetahui harapan orang tua, dan mengetahui harapan yang berkembang di masyarakat. Untuk mengetahui hal ini orang tua dapat memberikan arahan kepada anak-anak yang menginjak mahasiswa sehingga memahami dirinya, keluarga, dan masyarakatnya. Para dosen di Perguruan Tinggi juga harus mulai mendorong mahasiswa-mahasiswa disemester awal untuk mulai memberikan kesadaran memahami hal-hal penting dalam hidupnya ini.