Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Sahabat Ahlul Qur'an yang dirahmati Allah, silahkan disampaikan apa yang ingin ditanyakan atau dipertanyakan!

45 Tahun STAI-PIQ Sumatera Barat, Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Sekali Duduk Jadi Persembahan Kemerdekaan


45 Tahun STAI-PIQ Sumatera Barat, Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Sekali Duduk Jadi Persembahan Kemerdekaan

PADANG — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di STAI-PIQ Sumatera Barat berlangsung dengan nuansa berbeda. Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, sivitas akademika STAI-PIQ Sumatera Barat menghadirkan sebuah kegiatan yang sarat nilai keislaman: khataman hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk yang melibatkan generasi muda.

Kegiatan yang mulai dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus wujud kecintaan sivitas akademika STAI-PIQ Sumatera Barat terhadap Al-Qur’an.

Menurut Ketua STAI-PIQ Sumatera Barat, Dr. Linda Suanti, M.A., kegiatan tersebut merupakan sebuah gebrakan baru. Gagasan itu lahir dari inisiatif Purnama Sari, S.I.Q., M.Ag., selaku Ketua Program TTQ (Tahfizh dan Tilawah Al-Qur’an) STAI-PIQ Sumatera Barat.

“Selama 45 tahun STAI-PIQ Sumatera Barat, belum pernah diadakan setoran hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk. Alhamdulillah, pada tahun ini kegiatan tersebut dapat dilaksanakan,” ungkapnya.

Memaknai Kemerdekaan melalui Al-Qur’an

Bagi STAI-PIQ Sumatera Barat, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui berbagai perlombaan dan kegiatan seremonial. Momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam membentuk generasi bangsa yang beriman, berilmu, dan memiliki karakter.

Ketua STAI-PIQ Sumatera Barat mengungkapkan bahwa masyarakat pada umumnya memperingati kemerdekaan dengan berbagai perlombaan, seperti tarik tambang, makan kerupuk, dan kegiatan hiburan lainnya. Namun, STAI-PIQ Sumatera Barat memilih menghadirkan bentuk perayaan yang selaras dengan karakter dan jati diri lembaga.

“Pada hari ini STAI-PIQ Sumatera Barat memperingati hari kemerdekaan dengan mengadakan khataman hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk. Pesertanya adalah anak-anak muda, muda-mudi calon pemimpin bangsa,” tuturnya.

Ia berharap generasi muda yang tumbuh dekat dengan Al-Qur’an kelak menjadi pemimpin yang memiliki kekuatan iman, keteguhan tekad, dan komitmen untuk membangun bangsa.

“Sehingga kita mendapatkan pemimpin yang kuat keimanannya, dekat dengan Al-Qur’an, dan kuat pula tekadnya untuk menjadikan bangsa kita sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” lanjutnya.

Semangat tersebut juga dikaitkan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang tidak terlepas dari peran para ulama dan tokoh agama. Jika perjuangan para pendahulu diwarnai semangat keagamaan dan takbir, maka pada momentum kemerdekaan kali ini STAI-PIQ Sumatera Barat menghadirkan semangat tersebut melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Para ulama dahulu berjuang dengan senjata sambil mengucapkan takbir, Allahu Akbar. Pada hari ini, para ulama dari STAI-PIQ melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an 30 juz dalam rangka memeriahkan kemerdekaan,” ujarnya.

Dukungan Berbagai Kalangan

Di balik terlaksananya kegiatan tersebut, terbangun semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah tumbuh sejak tahap persiapan. Gagasan kegiatan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan kegiatan Al-Qur’an dan pembinaan generasi Qur’ani di lingkungan STAI-PIQ Sumatera Barat.

Dukungan tersebut hadir dalam berbagai bentuk, baik berupa bantuan pembiayaan maupun perhatian terhadap kebutuhan peserta. Melalui kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak, sebanyak tujuh peserta memperoleh bantuan pembiayaan sehingga dapat mengikuti kegiatan dengan lebih baik.

Selain dukungan pembiayaan, sejumlah dermawan, masyarakat, alumni, mahasiswa, serta unsur sivitas akademika turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung. Bantuan diberikan dalam berbagai bentuk, antara lain makanan, makanan ringan, serta kebutuhan lainnya. Bahkan, beberapa masyarakat secara sukarela turut mengantarkan makanan untuk para peserta selama kegiatan berlangsung.

Seiring pelaksanaannya, kegiatan khataman hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Dukungan tidak hanya datang dari unsur pimpinan dan sivitas akademika STAI-PIQ Sumatera Barat, tetapi juga dari masyarakat, alumni, orang tua, mahasiswa, serta para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan para peserta dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

Antusiasme masyarakat juga terlihat melalui keterlibatan mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan, baik secara langsung di lingkungan kampus maupun melalui siaran yang disediakan panitia melalui kanal YouTube. Pada acara penutupan, berbagai pihak turut memberikan apresiasi kepada para peserta dalam bentuk bingkisan, salempang 30 juz, sertifikat, serta uang tunai dengan total keseluruhan Rp5.000.000 sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk.

Rangkaian dukungan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda internal STAI-PIQ Sumatera Barat, tetapi juga berkembang menjadi momentum kebersamaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun, memiliki arti penting bagi keberlangsungan kegiatan dan menjadi energi tersendiri bagi para peserta dalam menuntaskan hafalan Al-Qur’an.

Lebih dari sekadar dukungan materi, kebersamaan yang terbangun menjadi cerminan kepedulian bersama dalam mencintai, menjaga, dan memuliakan Al-Qur’an. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah gerakan Qur’ani lahir dari kolaborasi dan keikhlasan banyak pihak yang bersama-sama mengambil bagian di dalamnya.

Persembahan untuk Indonesia

Bagi STAI-PIQ Sumatera Barat, khataman hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk bukan sekadar agenda dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi lembaga dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pembinaan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.

Ketua STAI-PIQ Sumatera Barat menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk persembahan bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Barat.

“Kegiatan ini adalah hadiah terbesar yang dipersembahkan kepada negeri Indonesia dan terkhusus kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat,” ungkapnya.





Semangat kemerdekaan, dalam perspektif STAI-PIQ Sumatera Barat, tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui ikhtiar melahirkan generasi yang berilmu, beriman, berkarakter, dan memiliki keteguhan dalam mengabdikan diri kepada bangsa. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan generasi muda dalam kegiatan ini menjadi simbol bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan.

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan ketekunan para peserta, rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan dan bingkisan kepada peserta yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz sekali duduk. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan, disaksikan oleh pimpinan, sivitas akademika, masyarakat, serta para pendukung kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi dalam penguatan tradisi tahfiz Al-Qur’an di lingkungan STAI-PIQ Sumatera Barat sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar membentuk generasi Qur’ani yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Dari Al-Qur’an untuk generasi, dari generasi untuk Indonesia.Dari Al-Qur’an untuk generasi, dari generasi untuk Indonesia.






Editor: Irfal Khairul Fadri, S.I.Q., M.Pd.



Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?