Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Sahabat Ahlul Qur'an yang dirahmati Allah, silahkan disampaikan apa yang ingin ditanyakan atau dipertanyakan!

Benchmarking STAI-PIQ Sumatera Barat 3–6 Agustus 2026: Bukan Sekadar Kunjungan, tetapi Langkah Strategis Membangun Perguruan Tinggi yang Lebih Maju


Sumatera Barat —
Kegiatan benchmarking STAI-PIQ Sumatera Barat yang dilaksanakan pada 3–6 Agustus 2026 bukan sekadar agenda kunjungan ke institusi pendidikan di luar negeri. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya bersama untuk belajar, melakukan studi tiru, memperluas wawasan, serta menemukan praktik baik yang dapat dikembangkan bagi kemajuan STAI-PIQ Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur kelembagaan yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan pihak yayasan. Seluruh peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kunjungan, tetapi juga diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidang yang menjadi fokus masing-masing.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri atas dua hingga tiga orang. Setiap kelompok mendapatkan tugas studi tiru terhadap aspek tertentu yang berkaitan dengan pengembangan perguruan tinggi.

Melalui pembagian tugas tersebut, setiap peserta diharapkan tidak hanya melihat kondisi institusi yang dikunjungi, tetapi mampu mengamati, mencatat, menganalisis, dan mengambil hikmah serta praktik baik yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan STAI-PIQ Sumatera Barat ke depan.

Dengan pola tersebut, benchmarking menjadi kegiatan yang memiliki tujuan dan hasil yang lebih terarah. Peserta tidak hanya hadir sebagai pengunjung, tetapi juga berperan sebagai bagian dari proses evaluasi dan pembelajaran kelembagaan.

Studi Tiru untuk Pengembangan STAI-PIQ

Setiap kelompok diarahkan untuk melihat berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan STAI-PIQ Sumatera Barat. Hasil pengamatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan untuk melihat apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, serta inovasi apa yang memungkinkan untuk dikembangkan di lingkungan STAI-PIQ.

Prinsip utama yang digunakan bukan untuk meniru institusi lain secara keseluruhan. Setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik, sumber daya, dan tantangan yang berbeda. Karena itu, praktik baik yang ditemukan selama benchmarking perlu dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan STAI-PIQ Sumatera Barat.

Dengan demikian, studi tiru menjadi proses belajar dari pengalaman institusi lain untuk kemudian dikembangkan sesuai dengan karakteristik institusi sendiri.

Melibatkan Seluruh Unsur Kelembagaan

Keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, dan pihak yayasan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pengembangan kelembagaan. Kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh satu unsur, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh komponen yang memiliki peran dalam menjalankan institusi.

Dosen memiliki peran dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan dan tata kelola administrasi. Sementara yayasan memiliki peran strategis dalam kebijakan dan pengembangan kelembagaan.

Karena itu, benchmarking menjadi momentum untuk membangun kesamaan visi dan pemahaman mengenai arah pengembangan STAI-PIQ Sumatera Barat.

Setiap peserta diharapkan dapat membawa pulang hasil pengamatan sesuai dengan tugas kelompoknya. Hasil tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan diskusi dan evaluasi bersama untuk menentukan langkah-langkah yang realistis dan relevan bagi pengembangan institusi.

Benchmarking sebagai Bagian dari Penguatan Mutu dan Akreditasi

Selain memperluas wawasan, kegiatan benchmarking juga diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu kelembagaan STAI-PIQ Sumatera Barat.

Berbagai praktik baik yang dipelajari diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan tata kelola, sistem penjaminan mutu, pengelolaan program studi, pembelajaran, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelayanan mahasiswa, serta aspek kelembagaan lainnya.

Pengembangan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung peningkatan capaian akreditasi institusi dan program studi di STAI-PIQ Sumatera Barat.

Namun, akreditasi tidak ditempatkan semata-mata sebagai tujuan administratif. Peningkatan nilai akreditasi harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu yang benar-benar dirasakan oleh sivitas akademika dan masyarakat.

Karena itu, hasil benchmarking diharapkan tidak berhenti pada laporan perjalanan atau dokumentasi kegiatan. Hal yang lebih penting adalah apa yang dapat ditindaklanjuti setelah peserta kembali ke STAI-PIQ Sumatera Barat.

Berangkat untuk Belajar, Pulang Membawa Gagasan

Kegiatan benchmarking 3–6 Agustus 2026 menjadi bagian dari ikhtiar STAI-PIQ Sumatera Barat untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan secara berkelanjutan.

Perjalanan ini bukan sekadar tentang mengunjungi institusi lain, tetapi tentang membuka ruang untuk belajar dari pengalaman, melihat praktik baik, berdiskusi, membangun jejaring, dan menemukan gagasan yang dapat diterapkan untuk kemajuan STAI-PIQ.

Pada akhirnya, keberhasilan benchmarking bukan diukur dari seberapa banyak institusi yang dikunjungi, tetapi dari seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh dan seberapa nyata hasilnya dapat diterapkan setelah kembali ke kampus.

STAI-PIQ Sumatera Barat ingin menjadikan benchmarking sebagai bagian dari budaya peningkatan mutu: melihat, belajar, menganalisis, menyesuaikan, dan menerapkan.

Sebab, perguruan tinggi yang ingin maju tidak cukup hanya mempertahankan apa yang sudah ada. Perguruan tinggi perlu terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan berani melakukan perbaikan.

Benchmarking bukan sekadar perjalanan.
Benchmarking adalah proses belajar untuk membangun STAI-PIQ Sumatera Barat yang lebih maju, bermutu, dan berdaya saing.

Editor: Irfal Khairul Fadri, S.I.Q., M.Pd.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?