Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Sahabat Ahlul Qur'an yang dirahmati Allah, silahkan disampaikan apa yang ingin ditanyakan atau dipertanyakan!

Melangkah ke Asia Tenggara, STAI-PIQ Sumatera Barat Perluas Jejaring Pendidikan melalui Benchmarking dan Kolaborasi di Malaysia–Thailand

SUMATERA BARAT — Dari tanah Minangkabau, langkah STAI-PIQ Sumatera Barat mulai menapaki ruang pendidikan yang lebih luas. Perjalanan ke Malaysia dan Thailand bukan sekadar agenda kunjungan ke luar negeri, melainkan bagian dari ikhtiar strategis untuk belajar, berbagi, bersinergi, dan membangun kolaborasi pendidikan di tingkat internasional.

Melalui agenda benchmarking dan penguatan kerja sama kelembagaan, STAI-PIQ Sumatera Barat berupaya membuka ruang dialog dengan sejumlah institusi pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus upaya memperluas kebermanfaatan ilmu, khususnya dalam bidang pendidikan Islam dan ilmu-ilmu Al-Qur’an.

Perjalanan ini membawa satu pesan penting: perguruan tinggi tidak boleh hanya berkembang di dalam ruangnya sendiri. Kampus harus berani membuka jendela, melihat praktik baik di tempat lain, membangun jejaring, lalu membawa pulang pengalaman tersebut untuk memperkuat institusinya.

Atas semangat itulah STAI-PIQ Sumatera Barat hadir di Malaysia dan Thailand.

Dari Sumatera Barat, Membuka Dialog dengan Dunia

Rangkaian perjalanan akademik tersebut diarahkan pada tiga agenda yang saling bersinergi, yaitu benchmarking kelembagaan, pengembangan jejaring akademik, serta penjajakan dan penguatan kerja sama pendidikan.


Tiga Institusi, Satu Semangat: Belajar dan Berkolaborasi

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, terdapat tiga institusi pendidikan yang menjadi bagian penting dari agenda pengembangan jejaring STAI-PIQ Sumatera Barat, yaitu Congkraksat Witaya School dan Fatoni University di Thailand, serta Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS) di Malaysia.

Ketiga institusi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan dalam proses benchmarking, karena STAI-PIQ dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai pengelolaan pendidikan, pengembangan akademik, pendidikan Islam, tata kelola kelembagaan, serta peluang kolaborasi lintas negara.



Dengan demikian, benchmarking tidak ditempatkan sebagai kegiatan membandingkan siapa yang lebih baik, tetapi sebagai proses belajar bersama untuk menemukan praktik baik yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing institusi.

Congkraksat Witaya School: Membuka Ruang Sinergi Pendidikan Islam

Langkah pertama diarahkan ke Congkraksat Witaya School, Thailand.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi kelembagaan sekaligus memperluas wawasan mengenai penyelenggaraan pendidikan Islam di kawasan Thailand Selatan.

Pertemuan dengan lembaga pendidikan tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai pendidikan, pembelajaran Al-Qur’an, serta berbagai kemungkinan kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.


Bagi STAI-PIQ Sumatera Barat, pertemuan ini memiliki makna strategis. Pendidikan Islam yang berkembang di kawasan Asia Tenggara memiliki konteks sosial dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi ruang pembelajaran yang berharga untuk melihat bagaimana pendidikan Islam dapat terus tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Dari sinilah semangat sinergi dibangun: bukan sekadar datang dan melihat, tetapi hadir untuk saling mengenal, saling belajar, dan membuka kemungkinan untuk saling menguatkan.

Fatoni University, Thailand: Memperluas Cakrawala Akademik

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Fatoni University, Thailand.

Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam di Thailand, Fatoni University menjadi ruang penting bagi STAI-PIQ Sumatera Barat untuk memperluas komunikasi dan jejaring akademik.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk bertukar perspektif mengenai pengembangan pendidikan tinggi Islam, penguatan keilmuan, serta kemungkinan kolaborasi dalam berbagai bidang akademik.

Hubungan antarlembaga pendidikan tidak hanya penting untuk menghasilkan kerja sama formal, tetapi juga untuk membangun ekosistem pengetahuan yang saling terhubung

Ketika perguruan tinggi saling membuka diri, maka pengalaman yang dimiliki satu institusi dapat menjadi inspirasi bagi institusi lainnya. Pengetahuan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak melalui dialog, pertukaran pengalaman, penelitian, pengabdian, dan kolaborasi.

Semangat inilah yang ingin dibangun STAI-PIQ Sumatera Barat melalui jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara.

UniSHAMS, Malaysia: Belajar dari Pengalaman Pendidikan Tinggi Malaysia

Pada hari berikutnya, perjalanan dilanjutkan ke Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS), Malaysia.

Kunjungan ke UniSHAMS menjadi bagian dari agenda benchmarking pendidikan tinggi sekaligus penguatan komunikasi kelembagaan dengan institusi pendidikan Islam di Malaysia.

Melalui kunjungan tersebut, STAI-PIQ Sumatera Barat memperoleh ruang untuk melihat dan mendiskusikan berbagai perspektif mengenai pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan akademik, serta peluang kerja sama kelembagaan.

Bagi STAI-PIQ, pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi yang berharga. Setiap institusi memiliki kekuatan dan karakteristiknya masing-masing. Karena itu, pengalaman dari institusi mitra tidak dimaksudkan untuk ditiru secara mentah, melainkan dipelajari, dikaji, dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan STAI-PIQ Sumatera Barat.

Dengan cara pandang tersebut, benchmarking menjadi proses transformasi pengetahuan menjadi inspirasi pengembangan institusi.

Benchmarking Bukan Sekadar Membandingkan

STAI-PIQ Sumatera Barat melaksanakan kegiatan benchmarking ke Malaysia dan Thailand sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pengembangan perguruan tinggi.

Benchmarking bukan sekadar membandingkan satu institusi dengan institusi lainnya. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan praktik baik institusi lain, kemudian melihat hal-hal yang relevan untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik STAI-PIQ Sumatera Barat.

Melalui kegiatan ini, STAI-PIQ Sumatera Barat tidak hanya melihat secara langsung perkembangan institusi pendidikan di Malaysia dan Thailand, tetapi juga berdialog, bertukar pengalaman, serta membuka peluang kerja sama dan pengembangan kelembagaan.

Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi dalam memperkuat pendidikan, tata kelola, budaya akademik, pengembangan akademik, serta pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan benchmarking ini tidak berhenti sebagai sebuah perjalanan, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan institusi. Berangkat untuk belajar, kembali untuk membawa perubahan.

Dari MoU Menuju Kolaborasi yang Berdampak

Agenda pengembangan jejaring tersebut juga diarahkan pada penjajakan dan penguatan kerja sama kelembagaan melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Namun, bagi STAI-PIQ Sumatera Barat, MoU bukanlah tujuan akhir. Dokumen kerja sama hanyalah pintu awal untuk membangun hubungan yang lebih konkret, produktif, dan berkelanjutan.

Kerja sama yang dibangun diharapkan dapat berkembang ke dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik, seminar dan konferensi bersama, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program pendidikan lainnya sesuai dengan kesepakatan masing-masing institusi.



Dengan demikian, semangat kerja sama tidak berhenti pada “menandatangani dokumen”, tetapi bergerak menuju “menghasilkan program dan manfaat nyata.”

Inilah bentuk internasionalisasi yang ingin dibangun: internasionalisasi yang memiliki substansi, memiliki arah, dan memberikan nilai tambah bagi institusi serta masyarakat.

Menguatkan Tridarma melalui Jejaring Internasional

Rangkaian kegiatan Malaysia–Thailand juga memperlihatkan bahwa pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi dapat dilakukan melalui jejaring internasional.

Dalam bidang pendidikan, STAI-PIQ memperoleh kesempatan memperluas wawasan dan bertukar pengalaman dengan institusi pendidikan di negara lain.

Dalam bidang penelitian, jejaring internasional membuka peluang lahirnya pertukaran gagasan dan pengembangan penelitian kolaboratif yang mengangkat persoalan pendidikan Islam dan Al-Qur’an dalam perspektif yang lebih luas.

Sementara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, STAI-PIQ membawa keilmuan Al-Qur’an untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat dan pendidik di luar negeri, salah satunya melalui pelatihan metode Tartil bagi para guru.

Ketiga aspek tersebut saling bersinergi dan memperlihatkan bahwa internasionalisasi bukanlah agenda yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi penguatan Tridarma Perguruan Tinggi.

Membawa STAI-PIQ ke Ruang Pendidikan Internasional

Bagi STAI-PIQ Sumatera Barat, perjalanan Malaysia–Thailand merupakan bagian dari proses membangun identitas perguruan tinggi yang tidak hanya berakar kuat pada tradisi keilmuan Al-Qur’an, tetapi juga terbuka terhadap perkembangan pendidikan dan jejaring akademik internasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi berbasis Al-Qur’an juga memiliki ruang yang luas untuk berinteraksi dengan dunia pendidikan internasional.

Keilmuan Al-Qur’an, pendidikan Islam, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan dengan berbagai institusi pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Dari Sumatera Barat, STAI-PIQ membuka pintu dialog dengan dunia pendidikan Malaysia dan Thailand.

Dari pertemuan tersebut, STAI-PIQ tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga membawa semangat untuk belajar, berbagi, dan berkolaborasi.

Dari Sumatera Barat untuk Asia Tenggara, dari Asia Tenggara untuk Dunia

Perjalanan ke Malaysia dan Thailand menjadi salah satu langkah STAI-PIQ Sumatera Barat dalam membangun visi kelembagaan yang lebih terbuka dan berwawasan global.

Tiga institusi pendidikan Congkraksat Witaya School, Fatoni University, dan UniSHAMS menjadi bagian dari perjalanan tersebut dalam membuka ruang komunikasi, benchmarking, dan pengembangan jejaring akademik.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi yang tumbuh dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk membangun hubungan dengan dunia internasional.

STAI-PIQ tidak harus menunggu besar untuk melangkah ke dunia. STAI-PIQ dapat bertumbuh dengan cara berani membuka diri, membangun sinergi, dan menghadirkan kontribusi.

Karena pada akhirnya, kampus yang maju bukan hanya kampus yang memiliki gedung dan fasilitas yang berkembang, tetapi kampus yang ilmunya bergerak, dosennya berkolaborasi, mahasiswanya memiliki wawasan global, dan kehadirannya dirasakan oleh masyarakat.

Perjalanan Malaysia–Thailand menjadi bagian dari langkah tersebut.

Berakar di Sumatera Barat. Bersinergi di Asia Tenggara. Bertumbuh untuk dunia.

STAI-PIQ Sumatera Barat terus melangkah—mengembangkan ilmu Al-Qur’an, menguatkan Tridarma Perguruan Tinggi, memperluas jejaring akademik, dan membangun kolaborasi untuk kemajuan pendidikan Islam.

Editor: Irfal Khairul Fadri, S.I.Q., M.Pd.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?