- Diposting oleh : Irfal Khairul Fadri
- pada tanggal : Kamis, Agustus 20, 2026
Sejarah Baru Kampus Qur’ani: STAI-PIQ SUMBAR Gelar Khatam Hafalan Al-Qur’an Sekali Duduk, Dua Mahasiswa Tuntaskan 30 Juz
PADANG — Sejarah baru tercipta di lingkungan STAI-PIQ Sumatera Barat. Untuk pertama kalinya, kampus Qur’ani tersebut menggelar kegiatan Khatam Hafalan Al-Qur’an Sekali Duduk yang berlangsung pada 19–20 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar STAI-PIQ Sumatera Barat. Tidak hanya menjadi ajang memperdengarkan hafalan Al-Qur’an, kegiatan perdana tersebut juga menjadi wujud komitmen kampus dalam membangun budaya Qur’ani yang kuat di tengah kehidupan akademik.
Sebanyak 9 peserta mengikuti kegiatan Khatam Hafalan Al-Qur’an Sekali Duduk dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari 5 juz hingga 30 juz. Dari sembilan peserta tersebut, dua mahasiswa berhasil menuntaskan hafalan 30 juz sekali duduk, menjadi capaian tertinggi dalam pelaksanaan perdana kegiatan tersebut.
Dua Peserta Tuntaskan 30 Juz Sekali Duduk
Capaian luar biasa tersebut diraih oleh Naufal Izdihari Mahdi bin Sudiharto, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Semester VII, yang berhasil memperdengarkan hafalan 30 juz sekali duduk. Capaian serupa juga diraih oleh peserta putri, Alfi Rahmi binti Tamrin, yang turut menyelesaikan 30 juz sekali duduk.

Keberhasilan keduanya menjadi bukti dari proses panjang dalam menghafal, menjaga, dan melakukan muraja’ah terhadap Al-Qur’an. Hafalan 30 juz bukan hanya tentang kemampuan mengingat, tetapi juga membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, serta keistiqamahan dalam menjaga setiap ayat yang telah dihafalkan.
Dari 5 hingga 30 Juz, Sembilan Peserta Tampilkan Capaian Terbaik
Selain dua peserta yang berhasil menyelesaikan 30 juz sekali duduk, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dengan capaian hafalan yang beragam.
Shiva Aulia berhasil memperdengarkan hafalan 15 juz sekali duduk.
Sementara itu, dua peserta lainnya, Mia Aslamiyah dan Fadli Arrafi, memperdengarkan hafalan masing-masing sebanyak 10 juz sekali duduk.
Peserta Lukman Hanif Siagian tampil dengan capaian 8 juz sekali duduk, sedangkan Yusril Ihza Mahendra memperdengarkan hafalan sebanyak 7 juz sekali duduk.
Adapun dua peserta lainnya, yaitu Muhammad Abiyan Ahlen dan Dea, mengikuti kegiatan dengan capaian hafalan 5 juz sekali duduk.
Keberagaman capaian tersebut menjadi salah satu nilai penting dari kegiatan ini. Khatam Hafalan Al-Qur’an Sekali Duduk tidak dimaknai sebagai ajang untuk membandingkan siapa yang memiliki hafalan paling banyak, tetapi sebagai ruang untuk memberikan apresiasi terhadap proses perjuangan setiap peserta dalam menjaga dan meningkatkan hafalannya.
Pada pelaksanaan perdana ini, komposisi peserta terdiri atas dua peserta dengan capaian 30 juz, satu peserta 15 juz, dua peserta 10 juz, satu peserta 8 juz, satu peserta 7 juz, dan dua peserta 5 juz sekali duduk.
Kegiatan Perdana yang Menguatkan Budaya Qur’ani
Kegiatan Khatam Hafalan Al-Qur’an Sekali Duduk merupakan kegiatan perdana di STAI-PIQ Sumatera Barat. Karena itu, pelaksanaannya memiliki arti penting sebagai langkah awal dalam membangun tradisi Qur’ani yang semakin kuat dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi sebuah agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan menjadikannya bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan civitas akademika.
Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi materi yang dipelajari di ruang kuliah atau hafalan yang harus diselesaikan mahasiswa, tetapi menjadi pedoman yang terus dibaca, dijaga, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Khatam Bukan Akhir Perjalanan
Melalui kegiatan ini, para peserta juga diingatkan bahwa menyelesaikan hafalan bukan berarti perjalanan bersama Al-Qur’an telah berakhir.
Justru, setelah hafalan diperoleh, terdapat tanggung jawab yang lebih besar untuk terus melakukan muraja’ah, memperbaiki bacaan, menjaga hafalan, memahami kandungan Al-Qur’an, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
Ketua STAI-PIQ Sumatera Barat Ibu Dr. Linda Suanti, MA berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Mereka yang saat ini memiliki hafalan 5 juz dapat terus meningkatkan hafalannya menuju 10 juz. Mereka yang telah mencapai 10 juz dapat terus melanjutkan perjalanan, hingga semakin banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan dan menjaga hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan untuk memperkuat kecintaan civitas akademika terhadap Al-Qur’an, memberikan ruang apresiasi kepada para penghafal, menumbuhkan semangat muraja’ah, tasmi’, dan talaqqi, serta membangun budaya Qur’ani yang berkelanjutan.
Menuju Lahirnya Generasi Intelektual Qur’ani
Pelaksanaan Khatam Hafalan Al-Qur’an Sekali Duduk menjadi salah satu langkah nyata STAI-PIQ Sumatera Barat dalam memperkuat identitasnya sebagai kampus Qur’ani.
Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, spiritualitas, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, STAI-PIQ Sumatera Barat berharap dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga baik bacaannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, dan nyata amalnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan perdana ini, STAI-PIQ Sumatera Barat berharap Khatam Hafalan Al-Qur’an Sekali Duduk dapat berkembang menjadi tradisi Qur’ani yang terus dilaksanakan dan semakin besar di masa mendatang.
Sebab menghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang seberapa banyak ayat yang tersimpan dalam ingatan, tetapi tentang bagaimana Al-Qur’an hidup dalam pikiran, akhlak, dan kehidupan.
Dari STAI-PIQ Sumatera Barat, semangat itu terus tumbuh—melahirkan hafizh dan hafizhah yang berilmu, berakhlak, serta siap memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
Editor: Irfal Khairul Fadri, S.I.Q., M.Pd.



